Bukti kebenaran Al-quran (Part 1)

imagesplanet

Alquran adalah kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekitar 1400 tahun yang lalu. Alquran memiliki banyak rahasia ilmu pengetahuan walaupun Alquran bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Alquran adalah petunjuk hidup manusia yang hidup  sebagaimana dalam surat Albaqoroh ayat 1 – 5  :

 الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5

yang mana tafsirannya sebagai berikut :

1. Alif, Lâm, Mîm. Allah swt. memulai dengan huruf-huruf eja ini untuk menunjukkan mukjizat al-Qur’ân, karena al-Qur’ân disusun dari rangkaian huruf-huruf eja yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti al-Qur’ân. Huruf- huruf itu gunanya untuk menarik perhatian pendengarnya karena mengandung bunyi yang berirama.

2. Inilah kitab yang sempurna, yaitu al- Qur’ân yang telah Kami turunkan. Orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi rasa ragu bahwa al-Qur’ân diturunkan oleh Allah swt. dan membenarkan apa- apa yang tercakup di dalamnya berupa hukum, kebenaran dan petunjuk yang berguna bagi orang- orang yang siap mencari kebenaran, menghindari bahaya dan sebab yang menjurus kepada hukuman.

3. Mereka itu adalah orang-orang yang percaya dengan teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa kepada yang gaib -yaitu hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera, seperti malaikat dan hari kemudian, karena dasar beragama adalah beriman kepada yang gaib- melaksanakan salat dengan benar, tunduk dan khusyuk kepada Allah. Dan orang-orang yang menginfakkan sebagian dari apa yang dianugerakan oleh Allah kepada mereka di jalan kebaikan dan kebajikan.

4. Mereka beriman kepada al-Qur’ân yang diturunkan kepadamu, Muhammad, yang mengandung hukum dan kisah, dan melaksanakan yang diperintahkan. Mereka beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi- nabi dan rasul-rasul sebelummu seperti Tawrât, Injîl dan lain- lainnya, karena pada prinsipnya, risalah-risalah Allah itu satu. Dan ciri-ciri mereka adalah percaya dengan teguh akan datangnya hari kiamat, yaitu hari hisab, pembalasan dan hukuman.

5. Mereka yang mempunyai ciri-ciri sifat sebagaimana disebutkan adalah golongan yang telah dipersiapkan dan ditetapkan untuk memperoleh petunjuk ketuhanan. Mereka adalah satu-satunya golongan yang bakal mendapatkan kemenangan, pahala yang diharapkan dan didambakan, oleh sebab upaya dan kerja keras mereka dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan.

Dalam Alquran surat Al baqoroh sudah sangat jelas bahwa Alquran adalah kitab petunjuk. Sebagaimana sebuah petunjuk pastilah memiliki bukti – bukti yang menjelaskan kebenaran akan hal – hal yang terjadi walaupun manusia dikala itu belum mengetahui kebenaran tersebut contohnya adalah dalam Alquran surat Yasin ayat 37 – 40 :

وَآَيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ (37) وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (38) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (39) لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (40

Yang mana tafsirannya adalah sebagai berikut :

37. Bukti lain untuk mereka akan adanya Allah dan kemahakuasaan-Nya adalah kemunculan malam yang Kami jadikan untuk mengganti dan menutupi siang. Lalu manusia berada dalam kegelapan yang meliputi mereka dari semua arah.

36- YASIN – Ayat 38
————————————–
Ayat 38
38. Dan matahari beredar pada garis edarnya sebagai bukti kekuasaan Allah dalam dimensi ruang dan waktu. Peredaran itu terjadi karena diatur oleh Sang Mahaperkasa yang Mahakuasa, yang ilmu- Nya meliputi segala sesuatu.

36- YASIN – Ayat 39
————————————–
Ayat 39
39. Dan bulan –dengan pemeliharaan Kami– Kami jadikan menempati posisi-posisi tertentu. Dengan sebab itulah, pada awalnya, bulan terlihat kecil yang malam demi malam semakin bertambah besar hingga sempurna membentuk bulan purnama. Setelah itu bulan –secara berangsur-angsur pula– mengecil kembali hingga terlihat seperti pertama kali muncul, bagaikan tandan yang segar kemudian menua dan mulai melengkung, layu dan menguning.

36- YASIN – Ayat 40
————————————–
Ayat 40
40. Matahari tidak akan melenceng dari tata aturannya sehingga mendahului bulan dan masuk dalam peredarannya. Demikian pula malam, tidak akan mendahului siang dan menghalangi kemunculannya. Akan tetapi siang dan malam itu selalu silih berganti. Baik matahari, bulan dan lainnya senantiasa beredar dalam garis edarnya dan tidak pernah melenceng(1).
—————
(1) Ayat-ayat suci ini mengisyaratkan suatu fakta ilmiah yang baru ditemukan oleh para astronom di awal abad ke-17 M. Sebagai salah satu bintang, matahari –sebagaimana halnya bintang-bintang lainnya– memiliki gerak edarnya sendiri. Keistimewaan yang ada pada matahari adalah, pertama, posisinya sebagai bintang yang dekat dengan bumi dan, kedua, ia memiliki sekumpulan planet yang, karena gaya tarik gravitasi matahari, bergerak mengelilingi matahari dalam bentuk oval. Singkatnya, baik matahari, bumi, bulan dan seluruh planet serta benda-benda langit lainnya bergerak di ruang angkasa luar dengan kecepatan dan arah tertentu. Di sisi lain, matahari dengan tata suryanya berada dalam suatu nebula besar yang disebut dengan Bimasakti. Dalam penemuan modern, dijelaskan bahwa seluruh planet yang berada di Bimasakti itu beredar mengelilingi satu pusat dengan kecepatan yang sesuai dengan kedekatan atau kejauhannya ke pusat. Dijelaskan pula bahwa matahari, bumi dan planet-planet itu beredar dengan kecepatan dan arah tertentu. Kecepatan edarnya itu bisa mencapai sekitar 700 kilometer per detik dan peredarannya mengitari pusat membutuhkan waktu sekitar 200 juta tahun cahaya. Demikianlah, ayat suci ini menegaskan suatu penemuan ilmiah yang belum ditemukan kecuali pada awal abad ini, bahwa matahari senantiasa bergerak pada garis edarnya. Karenanya, matahari tidak dapat mendahului bulan, karena keduanya beredar dalam suatu gerak linier yang tidak mungkin dapat bertemu. Sebagaimana malam pun tidak dapat mendahului siang, kecuali jika bumi berputar pada porosnya dari timur ke barat, tidak seperti seharusnya, bergerak dari barat ke timur. Bulan saat mengelilingi bumi, dan bumi saat mengelilingi matahari harus melewati kumpulan bintang-bintang yang kemudian memunculkan posisi-posisi (manâzil) bulan. Maka kita saksikan pada seperempat pertama dan kedua, bulan terlihat seperti tandan yang tua.

(Tafsir yang diambil dari Ummul Quro)

Dalam surat Yasin ayat 37 – 40 ini adalah salah satu bukti bahwa bukti – bukti ilmiah yang berkembang pada saat ini telah dinyatakan dalam Alquran 1400 tahun yang lalu di tengah – tengah daerah padang pasir yang mana pada saat itu yang berkembang adalah ilmu sastra/ syair. Kesimpulannya sangatlah tidak mungkin Alquran dibuat oleh manusia sebab pada saat itu ilmu pengetahuan modern yang dibantu oleh alat – alat tekhnologi canggih belum ada sama sekali. Setelah kita mengetahui akan bukti kebenaran ini, masihkah kita kafir terhadap Allah SWT? Masihkah kita katakan bahwa adanya tuhan selain Allah SWT?

Semoga penggalan artikel kecil ini dapat menambah keyakinan kita kepada Allah SWT, yang benar dari Allah SWT dan yang salah adalah dari penulis. Wassalamu alaikum Wr. Wb. (HSB).

(Di Inspirasi oleh Harun Yahya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close