Empat Proses Pelarangan Riba

Riba-1

Sesungguh Alloh SWT setiap kali melarang sesuatu kepada manusia tidak serta-merta langsung dilarang, banyak sekali larangan-larangan yang Alloh ajukan dengan berbagai proses yang mengakibatkan manusia menjadi mengerti dan paham akan maksud tersebut.

Salah satu dari pelarangan tersebut adalah pelarangan riba, atau tambahan. Riba dilarang oleh agama islam dalam 4 proses penurunan ayat Al quran.

Proses pertama,  pada proses awal ini Alloh SWT memberikan contoh untuk direnungkan dan memberikan sebuah perbandingan, yaitu dalam surah Arrumm (30) ayat 39.

” Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidaklah bertambah pada pandangan Alloh. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhoan Alloh, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan pahalanya”.

Pada ayat ini dikatakan bahwa riba yang secara fisik menambah tetapi dikatakan tidak dapat menambah apapun dipandangan Alloh SWT, kenapa???

Dalam buku mikro ekonomi yang ditulis oleh Dr Samuelson peraih nobel Ekonomi mengatakan pada bagian kekeliruan komposisi.

“Pernah ketika waktu kita menonton sepakbola kita menyadari hal ini: Penonton mulai berdiri agar melihat dengan jelas permaianan yang sedang menghangat: tetapi bila setiap penonton berdiri maka akan sama jeleknya ( bahkan akan lebih jelek lagi bagi orang yang kurang tinggi ) dengan keadaan semula”.

Maksud dari pernyataan Alquran dan pernyataan kedua adalah bila satu orang akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari orang lain maka otomatis semua akan ingin mendapatkan yang lebih tersebut dan mengakibatkan harga barang akan melambung tinggi. Masih ingat teori uang Irving Fisher yang berbunyi MV=PT? M adalah money yaitu jumlah uang yang beredar, V adalah Velocity atau kecepatan uang yang beredar, P adalah price atau harga dan T adalah Trade atau perdagangan. M secara signifikan mempengaruhi P atau harga, ketika uang banyak beredar maka otomatis barang menjadi mahal karena perbandingannya menjadi lebih banyak uang daripada barang, sedangkan V mempengaruhi Trade atau perdagangan, ketika kecepatan uang yang beredar tinggi itu salah saru faktor adalah telah terjadinya perdagangan atau ekonomi sudah berjalan dengan baik. Dari ayat tersebut dikatakan riba yang menambah uang yang berredar tersebut tidak menambah apapun dalam pandangan Alloh sebab riba mengakibatkan harga menjadi naik hal ini dikiaskan oleh Prof. Dr. Samuelson dengan ibarat kalau satu orang berdiri menyebabkan semua orang juga berdiri..

Proses kedua,  pada proses kedua ini Alloh SWT mulai memberikan peringatan bagi yang melakukan riba yang telah dilakukan oleh orang kafir, yaitu dalam surah Annisa 161.

“Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang secara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang -orang kafir diantara mereka azab yang pedih.

Proses ketiga, Pada proses ini Alloh SWT memberikan dorongan atau motivasi bagi yang menaatinya yaitu sebuah keberuntungan, Yaitu dalam surat Ali Imron 130.

“Wahai orang yang beriman,janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda, dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu beruntung”.

Pada awal ayat tersebut Alloh SWT menyanjung manusia dengan sebutan orang yang beriman bukan panggilan kesukuan atau panggilan adat isyiadat, bukan hai orang arab, hai orang sumatra, hai orang jawa, hai orang bali dsb tetapi Alloh memanggil dengan Wahai orang yang beriman sungguh panggilan yang sangat ilahiah. dan dilanjutkan bahwa biar anda beruntung jangan mengambil riba tetapi takutlah pada Alloh atau bertakwa yaitu berlaku jujur agar beruntung.

Proses keempat, Pada proses ini Alloh SWT dengan tegas melarang semua jenis riba,  selain itu Alloh SWT juga memberikan solusi untuk menambah harta tapi cara yang halal, dan Alloh SWT juga mengampuni bagi yang tidak tahu lalu meninggalkan riba tersebut, yaitu dalam surat Albaqoroh Ayat 275-281.

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yanng kerasukan setan lantaran penyakit gila, yang demikian itu karena mengatakan jual beli itu sama dengan riba, padahal Alloh SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…..ila akhiri ayat. wallohu alam.

 

One Response to Empat Proses Pelarangan Riba

  1. […] Negara adalah seluruh proses yang dilakukan organisasi maupun perseorangan yang berkaitan dengan penerapan atau pelaksanaan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close