Kalau ALLAH sudah berkehendak ?

1

Suatu ketika hiduplah seorang pemuda tampan bernama Satrio, ia hidup sangat berkecukupan, semua yang dia mau pasti dia dapatkan. Dia berasal dari keluarga kaya dan dia pun termasuk orang yang pintar di sekolahnya. Tapi dia tak mengenal perhatian dari kedua orang tuanya, mereka hanya bisa memberi fasilitas, tapi tidak bisa memberi yang namanya perhatian.

Dengan segala kepandaiannya, tetap saja Satrio masih punya kekurangan. Masih ada beberapa hal yang suka mengganggu pikirannya sampai sekarang. Dia masih bingung dengan keyakinan yang dianutnya, yang juga dianut oleh kedua orang tuanya. Di dalam benaknya selalu terpikir, kenapa harus menyembah ALLAH? Apakah ALLAH itu ada? Itu yang selalu terpikir di dalam hati dan pikirannya.

Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Dan dia berpindah-pindah mulai dari kuliah di Sydney, Australia kemudian di Al-Azhar Cairo, Mesir, Oxford di Inggris dan terakhir di Utah Amerika demi pencarian keyakinan dalam dirinya, tapi tetap saja dia tidak menemukan jawabannya. Hingga dalam 5 tahun pencariannya dia telah mendapatkan begitu banyak penghargaan tapi dia masih belum dapat menghilangkan pertanyaan dalam dirinya yang selalu saja berkecamuk.

Akhirnya Satrio pun pulang ke tanah air. Sesampainya dirumah dia menyuruh salah seorang pembantunya untuk mencarikan orang yang paling hebat dalam hal agama agar dia bisa menanyakan hal yang selama ini mengganggunya. Sang pembantu pun memanggilkan seorang Ustad dari lingkungan sekitar rumah, yang kebetulan juga merupakan sesepuh di lingkungan jamaah masjid di lingkungan tersebut.

Datanglah Ustad tersebut yang bernama Ustad Haji Saman. Dengan sopan dia bertanya “Perihal apa yang hendak kamu tanyakan pada saya ?”

Satrio pun menjawab “Saya sudah belajar dan berkeliling kemana-mana, bahkan sampai keluar negeri. Saya hanya ingin menanyakan 3 hal yang selama ini mengganggu pikiran saya, saya termasuk orang yang pintar, tapi untuk pertanyaan ini saya belum bisa mendapatkan jawabannya. Maukah pak Ustad membantu saya ?”

Pak Ustad tadi menjawab “InsyaALLAH saya akan berusaha semampu saya ! “

“ Pertanyaan saya adalah : yang ke-1, Apakah ALLAH itu ada ?, kalau ada coba tunjukkan pada saya ? yang ke-2 apakah itu takdir ? dan yang ke-3, kalau memang jin itu terbuat dari api, mengapa dia malah dimasukkan ke neraka yang jelas-jelas sama terbuat dari api, apakah jin itu bisa mati didalam neraka ?

Pak Ustad sambil tersenyum, kemudian melayangkan tangannya dengan keras menampar pipi Satrio.

Satrio pun terkaget-kaget dan sambil memegang pipinya dia bertanya dengan geram “ Kenapa pak Ustad menampar saya ? apa salah saya ?”

Pak Ustad menjawab “ Tadi kamu bertanya dan itu jawaban saya ! “ Satrio : “Maksudnya ?? “

Ustad: “ Pertama kamu bertanya apakah ALLAh itu ada ? kalau ada coba tunjukkan ? tadi ketika saya tampar pipi kamu, sakit tidak ? “
Satrio : “Sakit pak”
Ustad : “ Sekarang saya tanya, apa kamu bisa lihat sakit kamu itu ?
Satrio : “tidak pak!”
Ustad : “ Apa kamu bisa meraskan sakitnya ? “
Satrio : “ bisa pak Ustad ! “
Ustad : “ Itulah ALLAH, kita hanya bisa merasakan dalam hati kita, tidak bisa dilihat hanya bisa dirasakan oleh hati orang yang beriman. “
Ustad : “kamu juga tadi bertanya apakah itu takdir ? Sekarang saya Tanya, apakah kamu tahu kalau hari ini mau saya tampar pipi kamu ? atau apakah kamu bermimpi kalau hari ini saya tampar pipi kamu ? “
Satrio : “ tidak pak ?? “
Ustad : “ itulah takdir, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok ataupun nanti terhadap diri kita, kita hanya bisa merencanakan, keputusan tetap ditangan ALLAH “
Ustad : “ terakhir kamu menanyakan bila jin terbuat dari api, kenapa dimasukkan ke dalam neraka, itu tidak akan membuat jin tersebut merasa sakit ? “ Sekarang saya tanya lagi, tangan saya terbuat dari apa ? “
Satrio : “kulit pak! “
Ustad : “ pipi kamu terbuat dari apa ? “
Satrio : “ kulit juga pak “
Ustad : “ kamu merasakan sakit tidak waktu saya tampar ? “
Satrio : “ Sakit pak ! “
Ustad : “itu dia…kalau ALLAH sudah berkehendak pasti terjadi, walaupun jin terbuat dari api dan dimasukkan ke neraka tetap saja dia tersiksa dari panasnya api neraka “

Satrio pun terdiam dan menangis dan kemudian dia bersujud mohon ampun sama pak Ustad, tapi pak Ustad berkata, bahwa ALLAH memberi hidayah hanya pada orang-orang tertentu, maka bersyukurlah bila engkau mendapatkan hidayah-NYA.

3 Responses to Kalau ALLAH sudah berkehendak ?

  1. […] mahasiswa di sebuah universitas tidak semata-mata dapat membuat kita menjadi orang yang pandai […]

  2. dadan andana says:

    Alur hidup kita memang bukan untuk pintar tetapi untuk cerdas membaca diri kita sendiri karena Allah telah tentukan kehendaknya. Kullillahumma malikal mulki…

  3. Deny Priyana says:

    setuju sama Mr. Dadan Andana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close