Keterbatasan SDM Ber-latar Belakang Pendidikan Ekonomi Syariah

SDM

Bila kita wawancarai petugas-petugas Bank Syariah jawaban mereka tamatan S1 Kimia Farmasi, Fisip, Ekonomi Konvensional, dan pindahan dari bank konvensional. Kenyataan masih ada yang tidak pakai jilbab petugasnya, tidak memberikan salam, tidak membedakan antara riba dengan system ekonomi syariah non-riba, kenapa hal ini terjadi?.

Dua dekade terakhir ini, perkembangan perbankan syariah mendapat tempat disisi masyarakat terlihat bahwa sampai dengan Juni 2013, industri perbankan syariah memiliki jaringan sebanyak 11 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 159 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), dengan total jaringan kantor cabang sebanyak 2.817 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia (SPS, Juni 2013). Perkembangan yang menggembirakan ini karena Indonesia memiliki potensi dan kondusif dalam pengembangan industri perbankan syariah. Berdasarkan penilaian Global Islamic Finance Report tahun 2011, Indonesia menempati urutan keempat dari negara-negara yang memiliki potensi dan kondusif dalam pengembangan perbankan syariah setelah Iran, Malaysia, dan Saudi Arabia (GIFR, 2011).

Perkembangan tersebut menimbulkan tantangan tersendiri bagi industry keuangan syariah khususnya perbankan syariah, tercatat bahwa hingga tahun 2015 perbankan syariah membutuhkan kurang lebih 46.000,- SDM (Sumber Daya Manusia) yang sesuai dengan kompetensi perbankan syariah dan berdasarkan riset yang dilakukan oleh Universitas di Indonesia tahun 2003 bahwa lebih dari 90% SDM bank syariah saat ini tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi syariah, di samping itu berdasarkan penyampaian outlook perbankan syariah tahun 2007 diketahui bahwa di antara kendala percepatan market share 5% perbankan syariah memiliki SDM dengan kualitas yang masih rendah. Oleh karena itu keberadaan sumber daya manusia (SDM), baik pada aspek kualitas maupun kuantitas sangat menentukan kinerja, produktifitas dan keberhasilan suatu institusi. Bagi industri perbankan syariah sebagai institusi bisnis yang berbasis nilai-nilai dan prinsip-prinsip syariah, kualifikasi dan kualitas SDM jelas lebih di tuntut adanya keterpaduan antara kurikulum dasar tentang ekonomi syariah dengan keahlian atau keterampilan dalam industry perbankan.

Penyebab utama keterbatasan SDM latar belakang pendidikan Ekonomi Syariah;

  1. Pendidikan di universitas masih kajian secara umum belum mengarah fakultas Ekonomi Syariah yang dibagi atas jurusan-jurusan Akuntansi, Keuangan, Management, Marketing dan SDM
  2. Buku acuan untuk pendukung mata kuliah atas jurusan-jurusan tersebut sangat minim bila dibandingkan dengan ekonomi konvensional
  3. Ahli Ekonomi Syariah yang spesialis masih sedikit

Dewan Pengawas Syariah paling utama sekali mengesahkan dan mengawasi produk-produk perbankan syariah agar sesuai dengan ketentuan syariah dan undang-undang yang berlaku, tidak mengutamakan dari segi SDM juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close