Meluruskan Pemikiran Islami Dari Anasir Yang Kurang Benar (Part II)

Pemikiran-Islami-1

II. ANASIR-ANASIR YANG MENYESATKAN

Banyak hal yang dapat mempengaruhi keshahihan dan kebenaran pemikiran Islam, atapun sikap dan perilaku yang tidak Islami, yang mengganggu, sepanjang masa dan dimana saja, di dunia Islam. Anasir-anasir itu dapat berupa pemikiran filsafat, kepercayaan local, pemikiran agama yang ada sebelum Islam berkembang di suatu wilayah.

Hal itu terjadi disebabkan adanya factor-faktor tertentu yang telah tumbuh dan berkembang, adanya berbagai macam kepercayaan, pemikiran filsafat, kepercayaan local, dan sejenisnya, disaat Ajaran Islam diturunkan, ataupun di saat-saat Ajaran Islam dikembangkan pada sutu wilayah atau daerah bahkan di suatu negeri tertentu.

Sebagai contoh yang terjadi di Jazirah Arab sendiri, sebagai negeri tempat Islam diturunkan, dikembangkan dan dibesarkan. Di negeri itu telah berkembang kepercayaan memuja “Dewi-dewi Arab yang dikenal sebagai ghurnuk, jamaknya gharanik”. Nabi SAW. diisukan pernah ikut memuja Ghurnuk itu, seperti yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dalam Kitab Sunannya, maka beliau membantah dugaan itu, maka turunlah ayat-ayat 19-26. Berdasarkan ayat-ayat itu diterangkan telah berkembang pemujaan terhadap Lata, ‘Uza dan Al-Manat, yang dilakukan oleh orang-Thaif, dari Kabilah Saqif, dan lain-lainnya.  Tentu telah berkembang pula pemujaan terhadap patung-patung ataupun berhala-berhala, yang mereka para pemuka Quraisy memeprcayai memberikan keberuntungan bagi mereka, bila mereka rajin memujanya. Nabi Muhammad SAW. pernah dituduh memuja ghurnuk itu, dalam usaha mendekati para tokoh Quraisy yang selalu memujanya. Maka dengan serta merta  nabiMuhammad SAW. membantahnya, yang selanjutnya bantahan itu ditegaskan lagi oleh Allah SWT. dengan diturunkannya ayat 19 – 26. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut :

Artinya: (Surah Al-Najm ayat 19-26):

19. Maka Apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap Al Lata dan Al Uzza,

20. dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)[1431]?

21. Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

22. yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

23. itu tidak lain hanyalah Nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan Sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

24. atau Apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

25. (Tidak), Maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

26. dan berapa banyaknya Malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

[1431] Al Lata, adalah nama sebuah batu besar yang berwarna putih, diatas batu itu diukir gambar sebuah rumah. Rumah itu dipasangi tabir. Di sekelilingnya ada teras yang diagung-agungkan orang-orang Thaif, antara lain dari Bani Saqif, dll. Mereka tergolong orang-orang yang lebih membanggakan benda itu dari pada orang-orang Arab yang lain, slain Quraisy. Kata Ibnu Jarir, mereka menganggap bahwa al-Lata itu diambil dari lafal Allah. Mereka menganggap al-Lata demikian ( Maha suci Allah dari segala apa yang mereka katakana). Menurut Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Rabi’ bin Anas, mereka menamakan al-Lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jama’ah haji. Setelah ia mati, maka oran-orang berkerumun melakukan I’tikaf di atas kuburnya, yang selanjutnya mereka menyembah dan membuatkan patungnya. Al-Lata itu terletak di daerah Thaif, Al Uzza menurut Ibnu Jarir berasal dari kata ‘Aziz, yakni sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, brtempat di Nakhlah, yaitu antara Makkah dan Thaif. Dan orang-orang Quraisy mengagungkan pohon itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close