Menjauhkan Diri dari Pakaian Bergambar, juga Ruangan, Sajadah dan Satir/Hijab Ketika Melaksanakan Shalat

Pakaian

Banyak orang Mu’min  Muslim mempertanyakan tentang upaya dapat melaksanakan shalat lebih khusyu’ lagi, karena shalat khusyu’ itu merupakan kunci keberhasilan hidup bagi seorang Mu’min Muslim. Seperti dijelaskan oleh Allah SWT. dalam surat Almu’minun, bahwa ada 7 sukses bagi kehidupan orang-orang Mu’minMuslim, yang pertama ialah orang-orang yang mampu melaksanakan shalat dengan khusyu’. Ternyata yang terjadi dalam masyarakat Muslim, mereka banyak yang mengeluh mengenai kesulitan  melaksanakan shalat dengan khusyu

Ditemukan tips dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim, untuk menuju shalat dapat lebih khusyu’ lagi, yakni menjauhkan diri dari pakaian bergambar, juga ruangan, sajadah dan satir/hijab yang bergambar Hadis tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut

عن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى فى خميصة لها أعلام فنظر إلى أعلامها نظرة ، فلما انصرف قال:” اذهبوا خميصتى هذه إلى أبى جهم وأتونى بأنبجانية أبى جهم، فإنها ألهتنى أنفا عن صلاتى “. وقال هشام بن عروة عن أبيه عن عائشة : قال النبي صلى الله عليه وسلم :” كنت أنظر إلى علمها وأنا فى الصلاة فأخاف أن تفتننى “.رواه البخارى ومسلم . وهذا لفظ البخارى .

وعن أنس كان قرام لعائشة سترت به جانب بيتها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم :” أميطى عنا قرامك هذا ، فإنه لاتزال تصاويره تعرض فى صلاتى “. رواه البخاري ومسلم . وهذا لفظ البخارى . ( أحمد بن على بن حجر العثقلانى ، فتح البارى بشرح صحيح الإمام أبى عبد الله محمد بن إسماعيل البخارى ، دار الفكر ، بيروت ، 1379 هجرية ، جزء الأول ، صحيفة 482-484 ).

Artinya :

Berita dari ‘Aisyah katanya:” Nabi SAW pernah shalat memakai baju bergambar-gambar. Suatu kali Nabi SAW melihat gambar pada baju itu. Setelah selesai shalat, Nabi SAW.bersabda:” Bawalah bajukuk ini kepada Abu Jahm, dan bawalah  kepada saya sebagai tukarannya dengan baju Anbijaniyah Abu Jahm. Baju ini melalaikan saya sebentar ini dari shalatku “. Dan berkata Hisyam bin Urwah dari Bapanya dari ‘Aisyah katanya: Nabi SAW bersabda :” Saya pernah melihat gambar baju itu, sedangkan saya dalam shalat, maka saya takut gambar itu akan melalaikan saya dari shalat itu.”.  Hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dan ini lafadh Bukhari.

Berita dari Anas, katanya :” ‘Aisyah mempunyai sebuah tabir penutup sebagian rumahnya.  Sabda Nabi SAW kepada ‘Aisyah :” Bukalah tabir ini, karena gambar-gambarnya senantiasa terbayang dalam shalatku”. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadh Bukhari.   ( Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al-Asqalany, Fathul Bari, Darul Fikr, Beirut, 1379, juz awal, halaman 483-484 ).

Menurut hadis itu jelas sekali baju yang bergambar-gambar yang dipakai Nabi SAW melakukan shalat, terasa mengganggu kekhusyu’an shalat Nabi SAW.. Karena sesekali Nabi terlihat pada gambar yang ada pada baju yang dipakai shalat itu. Maka dari itu,  setelah selesai shalat, beliau minta baju yang bergambar-gambar itu diganti dengan baju Anbijaniyah, yang dimiliki oleh Abu Jahm, karena sebagian riawayat mengatakan, bahwa baju nabi yang bergambar-gambar itu adalah hadiyah dari Abu Jahm. Hadiss itu diperkuat lagi oleh riwayat dari Hisyam bin ‘Urwah, dari bapanya, dari ‘Aisyah juga, ia pernah melihat Nabi SAW shalat memakai baju bergambar, Nabi kahwatir kalau  gambar bajunya menggangu kekukhusyu’an shalatnya, maka baju yang bergambar itu tidak lagi dipakai shalat.

Kasus berikutnya adalah mengenai tabir/satir yang ada di sebagian rumah Nabi yang ditempati Siti ‘Aisyah, yang ternyata bergambar-gambar. Ternyata gambar-gambar itu dapat mempengaruhi kekukhusyu’an Nabi SAW shalat, karena disaat shalat dapat terbayang pada ingatan Nabi SAW.  Maka Nabi SAW minta kepada Siti ‘Aisyah untuk mengganti tabir itu dengan kain yang polos saja.

Atas dasar ketiga hadis diatas, maka saya dapat mengembangkan atas dasar kiyas, yakni yang dilarang  bergambar-gambar itu adalah sajadah tempat kita berdiri untuk shalat, dan juga ruangan untuk shalat.

Milihat perbuatan nabi itu dapat diambil pelajaran ialah nabi meneruskan shalat, meskipun kekhusyu’annya terganggu, dan tidak mengulangi shalatnya. Dengan contoh teladan itu maka shalat dengan pakaian, tabakair, ruangan dan juga sajadah yang bergambar-gambar itu shakatnya sah-sah saja, tetapi kehusyu’annya terganggu. Maka seyogyanya dalam melakukan shalat agar lebih khusyu’ lagi, hendaknya menjauhkan dari pakaian, tabir/satir, sajadah dan ruangan yang begambar-gambar. Hendaknya menggunakan warna polos saja, putih, hijau, ataupun biru.

Bagi yang telah memiliki sajadah bergambar-gambar, sebaiknya ditutup saja dengan kain putih polos, ataupun warna lain yang polos,  agar tidak terganggu kekhusyu’an shalatnya.

Dalam hal ruang ibadah dalam Masjid, maka masih terjadi beda pendapat bila ditemukan hiasan kaligrafi, sebagian tetap tidak membolehkan, berdasarkan dua hadis diatas, karena dapat mengganggu kekhusyu’an, sedangkan yang lain berpendapat, dengan sambil membaca kaligrafi al-Qur’an akan lebih menambah khusyu’. Penulis, saya sendiri lebih memilih berpendapat seperti arahan hadis di atas, sebaiknya ruang ibadah dalam masjid polos, tanpa ada gambar ataupun kaligrafi.

Demikian kajian hadis yang berhubungan dengan mengenakan pakaian, tabir, sajadah dan ruangan shalat, agar tidak menggunakan kain yang bergambar-gambar, agar tidak mengganggu kekhusyu’an shalat bagi orang-orang mu’min Muslim. Semoga bermanfaat untuk tip bagaimana shalat lebih khusyu’ lagi  .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close