Pilihan cerdas menentukan jalan hidup

2

Terkadang pintar tidaklah cukup untuk menentukan sebuah pilihan, apalagi dalam menentukan sebuah pilihan hidup, yang sejatinya pilihan hidup itu harus sesuai dengan realita yang ada. Pintar juga tidak hanya dalam permasalahan teori, justru didalam kehidupan dibutuhkan adanya praktek aplikasi dari yang sudah dipelajari, dan lagi-lagi pengalaman sangat menentukan, karena itu dibutuhkan pilihan yang cerdas dan realistis dalam menentukan sebuah pilihan yang bijak dan sampai kepada manifestasi yang dituju.

Pilihan yang cerdas diharapkan bisa menentukan arah dan tujuan dalam hidup. Dan pilihan yang terkadang sulit adalah disaat harus menentukan pilihan antara mau kuliah di Universitas mana dan ambil jurusan apa? Itulah pilihan awal dalam hidup yang harus dilewati, karena jenjang kuliah adalah masa transisi dari remaja menjadi dewasa yang penuh dengan lika-liku kehidupan mandiri.

Daripada bingung, lebih baik pilihlah Universitas yang bisa memberikan program-program yang bagus dan menguntungkan baik di awal dan di akhir menjadi mahasiswanya, jadi minimal ada jaminan bila lulus pasti dapat kerja, jangan hanya program diwaktu kuliah tapi juga setelahnya, karena permasalahan yang kompleks justru hadir setelah lulus kuliah.

Maka dari itu Universitas Azzahra memberikan program-program terbaiknya dan sebagai pemahaman harfiah mari kita buat perbandingan hasil dari lulusan Universitas Azzahra dengan Perguruan Tinggi lainnya. Perbandingannya sebagai berikut :

Calon Mahasiswa Universitas Azzahra                     Calon Mahasiswa Perguruan Tinggi Lain

Nama    : Adi                                                                                      Nama    : Deny

Umur    : 18 Tahun                                                                           Umur    : 18 Tahun

SMA      : Negeri 70 Jakarta                                                          SMA      : Negeri 6 Jakarta

Perbandingan :

Universitas Azzahra :

Adi masuk Azzahra umur 18 tahun, ambil S1 jurusan teknik, semester II sudah fasih bahasa inggris melalui program bahasa inggris, masuk semester IV diberikan mata kuliah keahlian dan juga sertifikat bertaraf nasional dan internasional dengan melalui program kompetensi dan sertifikasi, dan masuk semester V dibantu untuk dicarikan pekerjaan oleh kampus agar bisa kuliah sambil kerja dan bisa membantu meringankan biaya dari orang tua melalui program penempatan kerja.  Dan setelah lulus bisa mengajukan pinjaman untuk membuka usaha dengan program pinjaman entrepreneur, jadi setelah lulus pun bisa jadi lulusan sarjana umur 22 tahun dengan pengalaman kerja 2 tahun yang dimulai pada saat semester V tadi.

Perguruan Tinggi Lain :

Deny masuk ke perguruan tinggi lain umur 18 tahun ambil S1 jurusan psikologi, setiap semester tidak ada program yang istimewa, tidak ada penempatan kerja, tidak ada kurikulum berbasis kompetensi dan bahasa inggris. Jadi lulus umur 22 tahun hanya bermodalkan ijazah S1 tanpa punya pengalaman kerja sekalipun.

Jadi terlihat sekali perbedaannya, pengalaman kerja merupakan kasus krusial yang sering kali dihadapkan oleh para lulusan universitas, karena bila hanya lulus tanpa punya pengalaman kerja bakalan kalah bersaing dengan yang sudah bekerja, karena perusahaan selalu mengutamakan pengalaman baru yang kedua gelar akademisi. Karena jelas terlihat perbedaan antara yang sudah berpengalaman dengan yang tidak, terlihat dari biasa atau tidaknya dia mengatasi permasalahan yang ada di dalam lingkungan pekerjaannya. Jadi tetapkan pilihan anda dan pastikan pilihan anda cerdas. Keep smart (“,)

One Response to Pilihan cerdas menentukan jalan hidup

  1. kevin says:

    nice….
    tp bisa gak mas bro klo pembuktiannya dengan testimoni…hehehe…
    (sekedar saran)…
    #awesome

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close