Resensi Buku Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen Ke Dominasi Sekuler Liberal

Buku-Peradaban-Barat-1

Penulis          : Dr. Adian Husaini

Penerbit       : Gema Insani Press

Pada buku wajah peradaban barat ini penulis berusaha untuk “menelanjangi” sosok barat yang sebenarnya. Sebagaimana penulis sebutkan dalam pengantar kurang lebih dapat disimpulkan bahwa dibalik majunya peradaban barat bahwa mereka sebenarnya dibangun diatas sesuatu yang rapuh. Buku ini sangat menarik karena penulis sangat objektif berdasarkan data-data yang sangat akurat bahkan dari dunia barat sekalipun.Menariknya buku ini juga dilatarbelakangi penulis adalah seorang jurnalistik sehingga bahasa buku ini mudah dicerna oleh akal. Penulis buku ini juga seorang lulusan doctoral dari ISTAC-IIUM salah satu Universitas dimalaysia sehingga disamping mudah dicerna tetapi masih mengandung unsure intelektualitas yang tinggi.

Pada buku ini terdiri dari tiga besar bagian yang dimana tiap bagian terdapat bab-bab. Pada bagian pertama yang berjudul “Dari kebingungan menuju kematian” terdiri dari lima bab, pada bagian dua yang berjudul “Cara memandang Islam” terdiri dari enam bab, pada bagian terakkir yang berjudul “Tema-tema invasi pemikiran” terdiri dari empat bab.

Pada bagian pertama bab pertanma penulis memberi judul kebingungan liberalisme ini sangat menarik karena dibalik sosok barat yang begitu bebas ternyata kebebasan tersebut didasari oleh rasa tidak percaya akan dirinya sendiri segala sesuatu dianggap relatif sehingga dapat dikatakan barat tidak mempunyai pegangan hidup. Akibat dari terlalu menganggap segala sesuatu hal adalah rekatif sehingga antara kebenaran dan kesalahan menjadi bias dan tidak jelas. Terlihat dari banyaknya kasus moral yang terjadi di barat dan bahkan lembaga keagamaan sekalipun terkena kasus moral ini seperti merebaknya homoseks dan lesbian di kalangan gereja. Selain itu, barat juga melakukan kesetaraan gender yang berlebihan karena mereka dibangun diatas pondasi yang tidak jelas dan rapuh tersebut.

Pada bagian pertama bab kedua yang berjudul “Mengapa barat menjadi Sekular Liberal ?”  ini juga sangat baik untuk diketahui karena ini dapat menjadi pelajaran penting bagi umat Islam. Barat menjadi secular dan liberal diakibatkan oleh tiga hal. Pertama, trauma sejarah, sejarah dari barat telah membuktikan bahwa ketika agama Kristen mendominasi kekuasaan telah terjadi kegelalapan ilmu pengetahuan. Segala sesuatu yang bertentangan dengan gerja langsung dianggap kafir dan banyak yang isiksa dan dihukum mati oleh gereja. Sehingga barat berusaha menjauhi atau memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Kedua, problem teks bibble. Bible kitab suci mereka sendiri telah bermasalah karena selain mengandung unsure-unsur yang pornografi teks bible juga saling bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Ketihga, problem teologi Kristen, pada agama Kristen telah terjadi permaslahan yang sangat pokok yaitu masalah Tuhan. Mereka telah simpang siur antara satu dengan yang lainnya terkadang antara Tuhan dan Setan dianggap sama. Banyak ilmuan dari barat menolak Kristen karena bertentangan dengan akal mereka.

Pada bagian pertama bab tiga yang berjudul Perselingkuhan dengan Zionisme ini telah membongkar akar dari sekularisme dibarat. Bangsa zionis yang mengambil akar kata dari zion yang merupakan nama salah datu bukit di jerussalem. Permasalahan yang terjadi adalah masalah pendudukan bangsa zionis di Palestina. Pada bangsa Yahudi sendiri terjadi bermacam-macam tanggapan. Ada golongan yang kontra dan ada yang pro. Gerakan Zionis telah banyak memberikan konstribusi pada barat karena tanpa adanya Zionis dibelakang mereka, maka barat tidak mempunyai dana.

Pada bagian pertama bab empat dan Lima berjudul “ The End of History atau The End of The West”  dan “Jalan Kematian Sebuah Peradaban” ini bahwa apa yang telah dilakukan oleh Amerika sebenarnya Amerika telah mengubur dirinya sendiri. Banyak kebijakan-kebijakan atau perilaku Amerika yang mengandung pertentangan diseluruh negara dan bahkan di negaranya sendiri. Perilaku negara super power tersebut banyak yang merusak lingkungan hidup seperti memproduksi senjata dan bahan-bahan industri kimia yang berbahaya. Amerika yang merupakan negara penghasil polusi terbesar didunia secara jelas dan nyata tidak ingin menandatangani perjanjian Kyoto mengenai lingkungan hidup. Hal ini jelas memberikan repon yang negative dari negara-negara didunia.

Pada Bagian Kedua bab keenam dan Ketujuh yang berjudul “ The Clash of Civilization : Antara Fakta dan Skenario politik dan What’s Wrong with Bernard Lewis” ini sangat menarik untuk dibahas karena Barat menganggap bahwa persetruran mereka dengan komunis yang berlangsung sangat dahsyat dan luar biasa mereka anggap sebagai bukan pertarungan sebenarnya dan mereka katakana itu bersifat dangkal bila dibandingkan perseteruan mereka dengan islam. Mereka menganggap Islam adalah  satu-satunya peradaban yang eksis yang dapat menganggu kestabilan peradaban barat bgitulah yang dikatakan oleh penasihat politik Amerika yaitu Samuel Hunting ton. Sebelumnya, Bernard lewis yang merupakan keturunan Yahudi juga menaruh dendam pada islam karena Islam dianggap telah merebut wilayah kekuasaan Kristen. Banyak sekali kata-kata kotor yang ditujukan pada islam oleh Bernard Lewis ini yang menandakan kebenciannya kepada islam.

Pada bagian kedua bab kedelapan yang berjudul “Beberapa Mitologi tentang Islam” ini juga menarik untuk dibahas karena orang-orang Kristen barat berusaha menyebarkan mitologi-mitologi tentang Islam, banyak cerita-cerita mitos yang menggambarkan seolah-olah merekalah yang benar dan menganggap Islam sebagai ajaran setan. Orang barat Kristen menyukai cerita-cerita mitos karena mereka dahulunya peninggalan Yunani yang merupakan sebuah bangsa yang kaya akan cerita mitos dan tidak masuk akal.

Pada bagian kedua bab sembilan yang berjudul “Trauma dan Islamofobia” ini isinya hamper sama dengan bab sebelumnya yaitu mengenai kebencian Kristen barat terhadap Islam, mereka lebih membenci Islam ketimbang membenci negara jepang yang jelas-jelas telah menyerang pelabuhan Pearl habour yang menyebabkan perang dunia kedua tersebut. Dendam mereka tersebut dikarenakan mereka telah dikalahkan dalam perang salib oleh tentara Islam.

Pada bagian dua bab sepuluh yang berjudul “Paradoks Wacana Terorisme dan Fundamentalisme” ini Barat berusaha membagi Islam dalam beberapa bagian yaitu Islam teroris atau Fundamentalis yang mereka anggap musuh dan Islam garis lunak. Pada dasarnya mereka hanya ingin membantai umat Islam dan memecah belah umat saja.

Pada Bagian dua bab kesebelas yang berjudul Islam-Barat : A permanent confrontation ini memberikan gambaran bahwa antara pandangan Islam dan barat secara dasar sudah berbeda. Barat memandang segala sesuatu secara materialistic akan tetapi Islam tidak demikian.

Pada Bagian tiga bab dua belas, Tiga Belas, dan Empat Belas yang berjudul Invasi barat dalam pemikiran Islam ini berisi tentang pengaruh sekularisasi agama Kristen yang merambat pada agama Islam. Banyak muslim yang terkena pengaruh pemikirannya oleh pandangan – pandangan barat. Barat menyerang Silam sampai kata-kata kunci dalam Islam atau sudah masuk terminology-terminologi Islam.

Pada bagian tiga bab lima belas yang berjudul “Pelajaran dari kasus konflik Islam-Kristen di Indonesia ini patutu kita ambil pelajaran darinya karena pada saat sekarang ini Barat Kristen telah berubah sikapnya dalam memerangi Islam walaupun secara hakikat sama saja. Mereka tidak lagi menghina islam tetapi memuji Islam mereka tidak lagi memernagi Silam tetapi menyantuni Islam mereka mulai masuk secara halus kedalam Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close