Urgensitas Pendidikan Non Akademis (Kemahasiswaan)

Non-Akademis

Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat. Melalui pendidikan ini, peradaban tiap negara menjadi bangkit. Bicara masalah pendidikan, pada saat ini masyarakat terjebak pada pendidikan yang hanya menitikberatkan pada otak kiri saja  atau pendidikan akademis seperti matematika, kemampuan berbahasa, dan kemampuan berlogika. Selain Pendidikan Akademis tersebut, kita juga membutuhkan pendidikan Non Akademis.

Tidaklah salah apabila kita mempelajari sistem pendidikan yang akademis ini tetapi jangan sampai monoton. Pendidikan akademis biasanya didapatkan di bangku sekolah. menitikberatkan hanya pada satu bagian saja tidaklah baik karena pada hakikatnya kehidupan ini haruslah seimbang.

Pendidikan non akademis biasanya didapatkan di luar dari kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Pendidikan non akademisn ini didapatkan dari pengalaman berorganisasi. seperti Leadership yaitu kemampuan dalam memimpin, Entreprenership yaitu kemampuan mengahasilkan pendapatan sendiri, Ethic yaitu mengenai tingkah laku, dan penunjang lainnya.

Penilaian pendidikan non akademis ini, telah menjadi pra syarat kelulusan di beberapa Universitas. Seperti di Universitas Paramadina yang membuat transkip pengembangan mahasiswa dan juga di Universitas Indonesia yang membuat Diploma Suplemen.

Bapak Very Aziz, Direktur Kemahasiswaan Universitas Paramadina, mengatakan bahwa mahasiswa harus aktiv dalam berorganisasi kuhususnya Organsiasi Internal kampus, karena ketika mahasiswa tersebut lulus, mahasiswa tersebut sudah berbekal pengalaman dalam dunia praktisi. Beliau juga mengatakan dengan adanya transkip pengembangan ini, mahasiswa menjadi ada rasa memiliki terhadap kegiatan intra kampus, dan mahasiswa juga memiliki pilihan dalam mengelola kegiatan yang ada di kampus.

Bapak Banu Muhammad Heidar, Mantan Manajer Kemahasiswaan Universitas Indonesia, mengatakan bahwa mahasiswa ini adalah pemuda. Seorang pemuda memiliki banyak sekali energi. Energi yang ada harus di gunakan sebaik baiknya. Sebagaimana kaidah Imam Syafii “Seorang pemuda apabila tidak memiliki banyak kegiatan maka dapat dipastikan akan memiliki banyak maksiatnya. Oleh karena itulah pendidikan non akademis yaitu kegiatan Ekstra dari belajar mengajar yang Intra kampus harus di tingkatkan. Beliau juga mengatakan setidaknya ada 3 hal dalam menunjang dalam pendidikan non akademis ini yaitu Kegiatan Ekstra Kurikuler intra kampus, Kesejahteraan Mahasiswa, dan Pengembangan karir mereka, sehingga ketika mereka lulus tidak lagi bingung dalam mencari pekerjaan.

Melalui pendidikan non akademis ini, mahasiswa dapat mengaktualisasikan diri dan dapat menunjukkan jadti dirinya sebagai pemuda yang berpotensi dan berkompetensi bukan hanya di kelas tapi juga di luar kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Azzahra News lainnya :close